Saturday, November 23, 2013

Cara Mudah Konfigurasi RIP ( Routing Information Protocol ) Pada Router CISCO

News Indo | 5:44:00 PM | | 4 Comments so far
Routing Information Protocol (RIP) adalah sebuah protokol routing dinamis yang digunakan dalam jaringan LAN (Local Area Network) dan WAN (Wide Area Network). Oleh karena itu protokol ini diklasifikasikan sebagai Interior Gateway Protocol (IGP). Protokol ini menggunakan algoritma Distance-Vector Routing. Pertama kali didefinisikan dalam RFC 1058 (1988). Protokol ini telah dikembangkan beberapa kali, sehingga terciptalah RIP Versi 2 (RFC 2453). Kedua versi ini masih digunakan sampai sekarang, meskipun begitu secara teknis mereka telah dianggap usang oleh teknik-teknik yang lebih maju, seperti Open Shortest Path First (OSPF) dan protokol OSI IS-IS. RIP juga telah diadaptasi untuk digunakan dalam jaringan IPv6, yang dikenal sebagai standar RIPng (RIP Next Generation / RIP generasi berikutnya), yang diterbitkan dalam RFC 2080 (1997).

Sejarah
Algoritma routing yang digunakan dalam RIP, algoritma Bellman-Ford, pertama kali digunakan dalam jaringan komputer pada tahun 1968, sebagai awal dari algoritma routing ARPANET.
Versi paling awal protokol khusus yang menjadi RIP adalah Gateway Information Protocol, sebagai bagian dari PARC Universal Packet internetworking protocol suite, yang dikembangkan di Xerox Parc. Sebuah versi yang bernama Routing Information Protocol, adalah bagian dari Xerox Network Services.
Sebuah versi dari RIP yang mendukung Internet Protocol (IP) kemudian dimasukkan dalam Berkeley Software Distribution (BSD) dari sistem operasi Unix. Ini dikenal sebagai daemon routed. Berbagai vendor lainnya membuat protokol routing yang diimplementasikan sendiri. Akhirnya, RFC 1058 menyatukan berbagai implementasi di bawah satu standar.

Detail teknis
RIP adalah routing vektor jarak-protokol, yang mempekerjakan hop sebagai metrik routing. Palka down time adalah 180 detik. RIP mencegah routing loop dengan menerapkan batasan pada jumlah hop diperbolehkan dalam path dari sumber ke tempat tujuan. Jumlah maksimum hop diperbolehkan untuk RIP adalah 15. Batas hop ini, bagaimanapun, juga membatasi ukuran jaringan yang dapat mendukung RIP. Sebuah hop 16 adalah dianggap jarak yang tak terbatas dan digunakan untuk mencela tidak dapat diakses, bisa dioperasi, atau rute yang tidak diinginkan dalam proses seleksi.
Awalnya setiap router RIP mentransmisikan / menyebarkan pembaruan(update) penuh setiap 30 detik. Pada awal penyebaran, tabel routing cukup kecil bahwa lalu lintas tidak signifikan. Seperti jaringan tumbuh dalam ukuran, bagaimanapun, itu menjadi nyata mungkin ada lalu lintas besar-besaran meledak setiap 30 detik, bahkan jika router sudah diinisialisasi secara acak kali. Diperkirakan, sebagai akibat dari inisialisasi acak, routing update akan menyebar dalam waktu, tetapi ini tidak benar dalam praktiknya. Sally Floyd dan Van Jacobson menunjukkan pada tahun 1994 bahwa, tanpa sedikit pengacakan dari update timer, penghitung waktu disinkronkan sepanjang waktu dan mengirimkan update pada waktu yang sama. Implementasi RIP modern disengaja memperkenalkan variasi ke update timer interval dari setiap router.
RIP mengimplementasikan split horizon, rute holddown keracunan dan mekanisme untuk mencegah informasi routing yang tidak benar dari yang disebarkan. Ini adalah beberapa fitur stabilitas RIP.
Dalam kebanyakan lingkungan jaringan saat ini, RIP bukanlah pilihan yang lebih disukai untuk routing sebagai waktu untuk menyatu dan skalabilitas miskin dibandingkan dengan EIGRP, OSPF, atau IS-IS (dua terakhir yang link-state routing protocol), dan batas hop parah membatasi ukuran jaringan itu dapat digunakan in Namun, mudah untuk mengkonfigurasi, karena RIP tidak memerlukan parameter pada sebuah router dalam protokol lain oposisi. RIP dilaksanakan di atas User Datagram Protocol sebagai protokol transport. Ini adalah menugaskan dilindungi undang-undang nomor port 520.

Versi
Ada tiga versi dari Routing Information Protocol: RIPv1, RIPv2, dan RIPng.
RIP versi 1
Spesifikasi asli RIP, didefinisikan dalam RFC 1058, classful menggunakan routing. Update routing periodik tidak membawa informasi subnet, kurang dukungan untuk Variable Length Subnet Mask (VLSM). Keterbatasan ini tidak memungkinkan untuk memiliki subnet berukuran berbeda dalam kelas jaringan yang sama. Dengan kata lain, semua subnet dalam kelas jaringan harus memiliki ukuran yang sama. Juga tidak ada dukungan untuk router otentikasi, membuat RIP rentan terhadap berbagai serangan.
RIP versi 2
Karena kekurangan RIP asli spesifikasi, RIP versi 2 (RIPv2) dikembangkan pada tahun 1993 dan standar terakhir pada tahun 1998. Ini termasuk kemampuan untuk membawa informasi subnet, sehingga mendukung Classless Inter-Domain Routing (CIDR). Untuk menjaga kompatibilitas, maka batas hop dari 15 tetap. RIPv2 memiliki fasilitas untuk sepenuhnya beroperasi dengan spesifikasi awal jika semua protokol Harus Nol bidang dalam pesan RIPv1 benar ditentukan. Selain itu, aktifkan kompatibilitas fitur memungkinkan interoperabilitas halus penyesuaian.
Dalam upaya untuk menghindari beban yang tidak perlu host yang tidak berpartisipasi dalam routing, RIPv2 me-multicast seluruh tabel routing ke semua router yang berdekatan di alamat 224.0.0.9, sebagai lawan dari RIP yang menggunakan siaran unicast. Alamat 224.0.0.9 ini berada pada alamat IP versi 4 kelas D (range 224.0.0.0 - 239.255.255.255).
Pengalamatan unicast masih diperbolehkan untuk aplikasi khusus. (MD5) otentikasi RIP diperkenalkan pada tahun 1997. RIPv2 adalah Standar Internet STD-56.
RIPng RIPng (RIP Next Generation / RIP generasi berikutnya), yang didefinisikan dalam RFC 2080, adalah perluasan dari RIPv2 untuk mendukung IPv6, generasi Internet Protocol berikutnya. Perbedaan utama antara RIPv2 dan RIPng adalah:
1. Dukungan dari jaringan IPv6.
2. RIPv2 mendukung otentikasi RIPv1, sedangkan RIPng tidak. IPv6 router itu, pada saat itu, seharusnya menggunakan IP Security (IPsec) untuk otentikasi.
3. RIPv2 memungkinkan pemberian beragam tag untuk rute , sedangkan RIPng tidak;
4. RIPv2 meng-encode hop berikutnya (next-hop) ke setiap entry route, RIPng membutuhkan penyandian (encoding) tertentu dari hop berikutnya untuk satu set entry route .
Batasan
1. Hop count tidak dapat melebihi 15, dalam kasus jika melebihi akan dianggap tidak sah. Hop tak hingga direpresentasikan dengan angka 16.
2. Sebagian besar jaringan RIP datar. Tidak ada konsep wilayah atau batas-batas dalam jaringan RIP.
3. Variabel Length Subnet Masks tidak didukung oleh RIP IPv4 versi 1 (RIPv1).
4. RIP memiliki konvergensi lambat dan menghitung sampai tak terhingga masalah.
sumber
Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan tutorial routing dengan menggunakan RIP. Kami menggunakan software Packet Tracert dan itu free. Langsung saja jika terdapat soal seperti di bawah ini, anda jangan langsung panik, tarik nafas dalam - dalam, kemudian keluarkan secara perlahan.
1. Buat desain jaringan terlebih dahulu pada Packet Tracert. Seperti gambar dibawah ini : (desain jaringan harus disesuaikan dengan soal diatas)
2. Harus mengetahui letak – letak pengkabelan. Hal ini berguna disaat mengisikan ip address. Seperti gambar dibawah ini :
3. Mengisikan konfigurasi dan ip address sesuai soal yang diberikan.
4. Banyak cara untuk mengkonfigurasi dan mengisikan ip address dari atas ke bawah atau dari bawah ke atas.Mengkonfigurasi dan mengisikan ip address dari atas ke bawah maksudnya adalah mengkonfigurasi dan mengisikan ip address dimulai dari server (router) terlebih dahulu kemudian terus sampai ke klien. Sedangkan mengkonfigurasi dan mengisikan ip address dari bawah ke atas maksudnya adalah mengkonfigurasi dan mengisikan ip address dimulai dari klien terlebih dahulu kemudian terus sampai ke server (router). Pada kesempatan kali ini saya akan menggunakan cara dari atas kebawah karena di dunia nyata konfigurasi dimulai dari server terlebih dahulu.
5. Mengkonfigurasikan router LAB A.
Dibawah ini adalah sintax router LAB A :
System Bootstrap, Version 12.1(3r)T2, RELEASE SOFTWARE (fc1)
Copyright (c) 2000 by cisco Systems, Inc.
PT 1001 (PTSC2005) processor (revision 0x200) with 60416K/5120K bytes of memory
Self decompressing the image :
################################################################ [OK]
Restricted Rights Legend
Use, duplication, or disclosure by the Government is
subject to restrictions as set forth in subparagraph
(c) of the Commercial Computer Software - Restricted
Rights clause at FAR sec. 52.227-19 and subparagraph
(c) (1) (ii) of the Rights in Technical Data and Computer
Software clause at DFARS sec. 252.227-7013.
cisco Systems, Inc.
170 West Tasman Drive
San Jose, California 95134-1706
Cisco Internetwork Operating System Software
IOS (tm) PT1000 Software (PT1000-I-M), Version 12.2(28), RELEASE SOFTWARE (fc5)
Technical Support: http://www.cisco.com/techsupport
Copyright (c) 1986-2005 by cisco Systems, Inc.
Compiled Wed 27-Apr-04 19:01 by miwang
PT 1001 (PTSC2005) processor (revision 0x200) with 60416K/5120K bytes of memory
.Processor board ID PT0123 (0123)
PT2005 processor: part number 0, mask 01
Bridging software.
X.25 software, Version 3.0.0.
4 FastEthernet/IEEE 802.3 interface(s)
2 Low-speed serial(sync/async) network interface(s)
32K bytes of non-volatile configuration memory.
63488K bytes of ATA CompactFlash (Read/Write)
--- System Configuration Dialog ---
Continue with configuration dialog? [yes/no]: n
Press RETURN to get started!
Router>en
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#hostname lab_A_0169
lab_A_0169(config)#int s3/0
lab_A_0169(config-if)#ip add 201.100.11.1 255.255.255.0
lab_A_0169(config-if)#no sh
%LINK-5-CHANGED: Interface Serial3/0, changed state to down
lab_A_0169(config-if)#clock rate 9600
lab_A_0169(config-if)#exit
lab_A_0169(config)#int fa1/0
lab_A_0169(config-if)#ip add 192.5.5.1 255.255.255.0
lab_A_0169(config-if)#no sh
%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet1/0, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet1/0, changed state to up
lab_A_0169(config-if)#exit
lab_A_0169(config)#int fa0/0
lab_A_0169(config-if)#ip add 205.7.5.1 255.255.255.0
lab_A_0169(config-if)#no sh
%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0, changed state to up
lab_A_0169(config-if)#exit
lab_A_0169(config)#router rip
lab_A_0169(config-router)#net 192.5.5.0
lab_A_0169(config-router)#net 205.7.5.0
lab_A_0169(config-router)#net 201.100.11.0
lab_A_0169(config-router)#net 219.17.100.0
lab_A_0169(config-router)#net 199.6.13.0
lab_A_0169(config-router)#net 223.8.151.0
lab_A_0169(config-router)#net 204.204.7.0
lab_A_0169(config-router)#net 210.93.105.0
lab_A_0169(config-router)#exit
lab_A_0169(config)#
6. Kemudian mengkonfigurasi PC0 dan PC1
7. Seteleh itu mengkonfigurasikan PC2 dan PC3 

8. Kemudian mengkonfigurasi router LAB B
Dibawah ini adalah sintax router LAB B :
System Bootstrap, Version 12.1(3r)T2, RELEASE SOFTWARE (fc1)
Copyright (c) 2000 by cisco Systems, Inc.
PT 1001 (PTSC2005) processor (revision 0x200) with 60416K/5120K bytes of memory
Self decompressing the image :
################################################################ [OK]
Restricted Rights Legend
Use, duplication, or disclosure by the Government is
subject to restrictions as set forth in subparagraph
(c) of the Commercial Computer Software - Restricted
Rights clause at FAR sec. 52.227-19 and subparagraph
(c) (1) (ii) of the Rights in Technical Data and Computer
Software clause at DFARS sec. 252.227-7013.
cisco Systems, Inc.
170 West Tasman Drive
San Jose, California 95134-1706
Cisco Internetwork Operating System Software
IOS (tm) PT1000 Software (PT1000-I-M), Version 12.2(28), RELEASE SOFTWARE (fc5)
Technical Support: http://www.cisco.com/techsupport
Copyright (c) 1986-2005 by cisco Systems, Inc.
Compiled Wed 27-Apr-04 19:01 by miwang
PT 1001 (PTSC2005) processor (revision 0x200) with 60416K/5120K bytes of memory
.Processor board ID PT0123 (0123)
PT2005 processor: part number 0, mask 01
Bridging software.
X.25 software, Version 3.0.0.
4 FastEthernet/IEEE 802.3 interface(s)
2 Low-speed serial(sync/async) network interface(s)
32K bytes of non-volatile configuration memory.
63488K bytes of ATA CompactFlash (Read/Write)
--- System Configuration Dialog ---
Continue with configuration dialog? [yes/no]: n
Press RETURN to get started!
Router>en
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#hostname lab_B_0169
lab_B_0169(config)#
lab_B_0169(config)#int s2/0
lab_B_0169(config-if)#ip add 199.6.13.1 255.255.255.0
lab_B_0169(config-if)#no sh
%LINK-5-CHANGED: Interface Serial2/0, changed state to down
lab_B_0169(config-if)#clock rate 9600
lab_B_0169(config-if)#exit
lab_B_0169(config)#int s3/0
lab_B_0169(config-if)#ip add 201.100.11.2 255.255.255.0
lab_B_0169(config-if)#no sh
%LINK-5-CHANGED: Interface Serial3/0, changed state to up
lab_B_0169(config-if)#exit
lab_B_0169(config)#
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface Serial3/0, changed state to up
lab_B_0169(config)#int fa0/0
lab_B_0169(config-if)#ip add 219.17.100.1 255.255.255.0
lab_B_0169(config-if)#no sh
%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0, changed state to up
lab_B_0169(config-if)#exit
lab_B_0169(config)#router rip
lab_B_0169(config-router)#net 192.5.5.0
lab_B_0169(config-router)#net 205.7.5.0
lab_B_0169(config-router)#net 201.100.11.0
lab_B_0169(config-router)#net 219.17.100.0
lab_B_0169(config-router)#net 199.6.13.0
lab_B_0169(config-router)#net 223.8.151.0
lab_B_0169(config-router)#net 204.204.7.0
lab_B_0169(config-router)#net 210.93.105.0
lab_B_0169(config-router)#exit
lab_B_0169(config)#
9. Setelah itu mengkonfigurasikan PC4 dan PC5
10.Kemudian mengkonfigurasikan router LAB C
Dibawah ini adalah sintax router LAB C :
System Bootstrap, Version 12.1(3r)T2, RELEASE SOFTWARE (fc1)
Copyright (c) 2000 by cisco Systems, Inc.
PT 1001 (PTSC2005) processor (revision 0x200) with 60416K/5120K bytes of memory
Self decompressing the image :
################################################################ [OK]
Restricted Rights Legend
Use, duplication, or disclosure by the Government is
subject to restrictions as set forth in subparagraph
(c) of the Commercial Computer Software - Restricted
Rights clause at FAR sec. 52.227-19 and subparagraph
(c) (1) (ii) of the Rights in Technical Data and Computer
Software clause at DFARS sec. 252.227-7013.
cisco Systems, Inc.
170 West Tasman Drive
San Jose, California 95134-1706
Cisco Internetwork Operating System Software
IOS (tm) PT1000 Software (PT1000-I-M), Version 12.2(28), RELEASE SOFTWARE (fc5)
Technical Support: http://www.cisco.com/techsupport
Copyright (c) 1986-2005 by cisco Systems, Inc.
Compiled Wed 27-Apr-04 19:01 by miwang
PT 1001 (PTSC2005) processor (revision 0x200) with 60416K/5120K bytes of memory
.Processor board ID PT0123 (0123)
PT2005 processor: part number 0, mask 01
Bridging software.
X.25 software, Version 3.0.0.
4 FastEthernet/IEEE 802.3 interface(s)
2 Low-speed serial(sync/async) network interface(s)
32K bytes of non-volatile configuration memory.
63488K bytes of ATA CompactFlash (Read/Write)
--- System Configuration Dialog ---
Continue with configuration dialog? [yes/no]: n
Press RETURN to get started!
Router>en
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#hostname lab_C_0169
lab_C_0169(config)#int s3/0
lab_C_0169(config-if)#ip add 204.204.7.1 255.255.255.0
lab_C_0169(config-if)#clock rate 9600
lab_C_0169(config-if)#no sh
%LINK-5-CHANGED: Interface Serial3/0, changed state to down
lab_C_0169(config-if)#exit
lab_C_0169(config)#int s2/0
lab_C_0169(config-if)#ip add 199.6.13.2 255.255.255.0
lab_C_0169(config-if)#no sh
%LINK-5-CHANGED: Interface Serial2/0, changed state to up
lab_C_0169(config-if)#exit
lab_C_0169(config)#
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface Serial2/0, changed state to up
lab_C_0169(config)#int fa0/0
lab_C_0169(config-if)#ip add 223.8.151.1 255.255.255.0
lab_C_0169(config-if)#no sh
%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0, changed state to up
lab_C_0169(config-if)#exit
lab_C_0169(config)#router rip
lab_C_0169(config-router)#net 192.5.5.0
lab_C_0169(config-router)#net 205.7.5.0
lab_C_0169(config-router)#net 201.100.11.0
lab_C_0169(config-router)#net 219.17.100.0
lab_C_0169(config-router)#net 199.6.13.0
lab_C_0169(config-router)#net 223.8.151.0
lab_C_0169(config-router)#net 204.204.7.0
lab_C_0169(config-router)#net 210.93.105.0
lab_C_0169(config-router)#exit
lab_C_0169(config)#
11. Setelah itu mengkonfigurasikan PC6 dan PC7
12. Kemudian mengkonfigurasikan router LAB D
Dibawah ini adalah sintax router LAB D :
System Bootstrap, Version 12.1(3r)T2, RELEASE SOFTWARE (fc1)
Copyright (c) 2000 by cisco Systems, Inc.
PT 1001 (PTSC2005) processor (revision 0x200) with 60416K/5120K bytes of memory
Self decompressing the image :
################################################################ [OK]
Restricted Rights Legend
Use, duplication, or disclosure by the Government is
subject to restrictions as set forth in subparagraph
(c) of the Commercial Computer Software - Restricted
Rights clause at FAR sec. 52.227-19 and subparagraph
(c) (1) (ii) of the Rights in Technical Data and Computer
Software clause at DFARS sec. 252.227-7013.
cisco Systems, Inc.
170 West Tasman Drive
San Jose, California 95134-1706
Cisco Internetwork Operating System Software
IOS (tm) PT1000 Software (PT1000-I-M), Version 12.2(28), RELEASE SOFTWARE (fc5)
Technical Support: http://www.cisco.com/techsupport
Copyright (c) 1986-2005 by cisco Systems, Inc.
Compiled Wed 27-Apr-04 19:01 by miwang
PT 1001 (PTSC2005) processor (revision 0x200) with 60416K/5120K bytes of memory
.Processor board ID PT0123 (0123)
PT2005 processor: part number 0, mask 01
Bridging software.
X.25 software, Version 3.0.0.
4 FastEthernet/IEEE 802.3 interface(s)
2 Low-speed serial(sync/async) network interface(s)
32K bytes of non-volatile configuration memory.
63488K bytes of ATA CompactFlash (Read/Write)
--- System Configuration Dialog ---
Continue with configuration dialog? [yes/no]: n
Press RETURN to get started!
Router>en
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#hostname lab_D_0169
lab_D_0169(config)#int s3/0
lab_D_0169(config-if)#ip add 204.204.7.2 255.255.255.0
lab_D_0169(config-if)#no sh
%LINK-5-CHANGED: Interface Serial3/0, changed state to up
lab_D_0169(config-if)#exit
lab_D_0169(config)#
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface Serial3/0, changed state to up
lab_D_0169(config)#int fa0/0
lab_D_0169(config-if)#ip add 210.93.105.1 255.255.255.0
lab_D_0169(config-if)#no sh
%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0, changed state to up
lab_D_0169(config-if)#exit
lab_D_0169(config)#router rip
lab_D_0169(config-router)#net 192.5.5.0
lab_D_0169(config-router)#net 205.7.5.0
lab_D_0169(config-router)#net 201.100.11.0
lab_D_0169(config-router)#net 219.17.100.0
lab_D_0169(config-router)#net 199.6.13.0
lab_D_0169(config-router)#net 223.8.151.0
lab_D_0169(config-router)#net 204.204.7.0
lab_D_0169(config-router)#net 210.93.105.0
lab_D_0169(config-router)#exit
lab_D_0169(config)#
13. Setelah itu mengkonfigurasikan router LAB E
System Bootstrap, Version 12.1(3r)T2, RELEASE SOFTWARE (fc1)
Copyright (c) 2000 by cisco Systems, Inc.
PT 1001 (PTSC2005) processor (revision 0x200) with 60416K/5120K bytes of memory
Self decompressing the image :
################################################################ [OK]
Restricted Rights Legend
Use, duplication, or disclosure by the Government is
subject to restrictions as set forth in subparagraph
(c) of the Commercial Computer Software - Restricted
Rights clause at FAR sec. 52.227-19 and subparagraph
(c) (1) (ii) of the Rights in Technical Data and Computer
Software clause at DFARS sec. 252.227-7013.
cisco Systems, Inc.
170 West Tasman Drive
San Jose, California 95134-1706
Cisco Internetwork Operating System Software
IOS (tm) PT1000 Software (PT1000-I-M), Version 12.2(28), RELEASE SOFTWARE (fc5)
Technical Support: http://www.cisco.com/techsupport
Copyright (c) 1986-2005 by cisco Systems, Inc.
Compiled Wed 27-Apr-04 19:01 by miwang
PT 1001 (PTSC2005) processor (revision 0x200) with 60416K/5120K bytes of memory
.Processor board ID PT0123 (0123)
PT2005 processor: part number 0, mask 01
Bridging software.
X.25 software, Version 3.0.0.
4 FastEthernet/IEEE 802.3 interface(s)
2 Low-speed serial(sync/async) network interface(s)
32K bytes of non-volatile configuration memory.
63488K bytes of ATA CompactFlash (Read/Write)
--- System Configuration Dialog ---
Continue with configuration dialog? [yes/no]: n
Press RETURN to get started!
Router>en
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#hostname lab_E_0169
lab_E_0169(config)#int fa0/0
lab_E_0169(config-if)#ip add 210.93.105.2 255.255.255.0
lab_E_0169(config-if)#no sh
%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0, changed state to up
lab_E_0169(config-if)#exit
lab_E_0169(config)#
14. Setelah itu mengkonfigurasikan PC8 dan PC9
15. Lakukan test jaringan menggunakan perintah PING. Seperti gambar dibawah ini :
Read more ...

Sunday, October 13, 2013

Cara Mudah Konfigurasi NAT Pada Router CISCO

News Indo | 5:42:00 PM | | 6 Comments so far
NAT (Network Address Translation) adalah suatu metode untuk menghubungkan lebih dari satu komputer ke jaringan internet dengan menggunakan satu alamat IP. Banyaknya penggunaan metode ini disebabkan karena ketersediaan alamat IP yang terbatas, kebutuhan akan keamanan (Security), kemudahan serta fleksibilitas dalam administrasi jaringan.
NAT merupakan salah satu protocol dalam suatu sistem jaringan, NAT memungkinkan suatu jaringan dengan IP atau internet protocol yang bersifat privat IP belum teregistrasi di jaringan internet untuk mengakses jalur internet, hal ini berarti suatu alamat IP dapat mengakses internet dengan menggunakan IP Privat atau bukan menggunakan IP Public, NAT biasanya dibenamkan dalam sebuah router, NAT juga sering digunakan untuk menggabungkan atau menghubungkan dua jaringan yang berbeda, dan mentranslate atau menterjemahkan IP Privat dalam jaringan internal ke dalam jaringan yang legal network sehingga memiliki hak untuk melakukan akses data dalam sebuah jaringan.
NAT digunakan untuk mentranslasikan IP Lokal ke IP Global ataupun sebaliknya. Misalnya kita punya server di jaringan lokal menggunakan IP Private, tentunya server tersebut hanya bisa diakses dari jaringan lokal atau dengan cara VPN dari internet ke jaringan lokal kantor. Lalu bagaimana caranya kalau kita ingin server tersebut dapat diakses dari internet tanpa menggunakan VPN, nah kita bisa memanfaatkan fitur NAT untuk menjadi solusinya. NAT juga bermanfaat bila ada user-user dengan ip private di jaringan lokal ingin mengakses ke internet, karna jika tanpa adanya NAT user dengan ip private tidak akan bisa akses ke internet. Kita dapat mengkonfigurasi NAT pada Cisco Router, dengan beberapa cara , diantaranya :

A. NAT Tipe Statis
NAT Statis menggunakan table routing yang tetap, atau alokasi translasi alamat ip ditetapkan sesuai dengan alamat asal atau source ke alamat tujuan atau destination, sehingga tidak memungkinkan terjadinya pertukaran data dalam suatu alamat ip bila translasi alamat IPnya belum didaftarkan dalam table NAT. NAT Statia terjadi ketika sebuah alamat lokal (inside) di petakan ke sebuah alamat global/internet (outside). Alamat lokal dan global dipetakan satu lawan satu secara statik. NAT secara statis akan melakukan request atau pengambilan dan pengiriman paket data sesuai dengan aturan yang telah ditabelkan dalam sebuah NAT.

B. NAT Tipe Dinamis
NAT dengan tipe dinamis menggunakan logika balancing atau menggunakan logika pengaturan beban, di mana dalam tabelnya sendiri telah ditanamkan logika kemungkinan dan pemecahannya, NAT dengan tipe dinamis pada umumnya dibagi menjadi 2 jenis yaitu NAT sistem pool dan NAT sistem overload.

C. NAT Sistem Pool
NAT dengan sistem pool atau kelompok menggunakan sebuah tabel NAT dengan logika dinamis, dimana logika yang ditanamkan dalam NAT tersebut pada umumnya merupakan logika Fuzzy atau jika lambang yang nilai translasinya belum pasti, dalam sistem pool suatu request belum tentu akan melewati jaringan yang sama bila melakukan request yang sama untuk kedua kalinya, Translasi Dinamik terjadi ketika router NAT diset untuk memahami alamat lokal yang harus ditranslasikan, dan kelompok (pool) alamat global yang akan digunakan untuk terhubung ke internet. NAT dengan sistem pool biasanya sering dimanfaatkan untuk melakukan balancing atau penyeimbangan beban pada jaringan.

D. NAT Sistem Overload
NAT dengan sistem Overloading menggunakan logika request atau permintaan dari banyak client atau banyak alamat dioperkan atau diberikan ke satu alamat IP distribusi. Sejumlah IP lokal/internal dapat ditranslasikan ke satu alamat IP global (outside). Sejumlah IP Lokal /internal dapat ditranslasikan ke satu alamat IP global (outside). Hal ini sangat menghemat penggunakan alokasi IP dari ISP. Sharing/pemakaian bersama satu alamat IP ini menggunakan metoda port multiplexing, atau perubahan port ke packet outbound.

Penggabungan sistem overloading dan sistem pool telah dilakukan oleh banyak produsen router dan menghasilkan logika yang banyak digunakan untuk load balancing saat ini yaitu Round Robbin Load Balancing, dimana logika ini melakukan pengiriman request secara berurutan, secara bergantian ke alamat gateway yang telah ditanamkan dalam tabel NAT sebelumnya, sehingga suatu multirequest dari sebuah alamat IP dapat melalui lebih dari satu alamat distribusi, penerapan ini dapat dilakukan dalam penggunaan Dual Wan Router, selain itu logika ini juga memiliki logika Fail Over, dimana bila suatu alamat distribusi tidak dapat lagi mengirimkan paket maka paket akan dialihkan ke alamat distribusi yang lain.

Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan tutorial tentang konfigurasi NAT dengan static. Pada tutorial kali ini saya menggunakan software simulasi Packet Tracert.
Pertama - tama buat rancangan Packet Tracert seperti gambar berikut.
Kemudian beri server IP Address, seperti gambar berikut.
Kemudian Beri PC 0 IP Address
kemudian beri PC 1 IP Address
Kemudian beri PC 2 IP Address
Setting IP yang terhubung ke PC. Sperti gambar berikut.
setting IP yang terhubung ke SERVER. Seperti gambar berikut.
Kemudian mentranslasikan inside(IP Address PC) ke outside(Internet / Server)
Kemudian setting default gateway untuk router
Kemudian masuk ke web browser PC 1 , ketikkan IP Server
Summary :
Di dalam jaringan komputer NAT server penting, dengan catatan jika klien yang menggunakan IP Privat ingin terkoneksi ke internet maka NAT server berperan penting dalam terhubungnya ke internet. Ada beberapa macam NAT di antaranya : NAT static , NAT Dinamic , NAT sistem pool dan NAT sistem overload. pada postingan kali ini saya menggunakan NAT static.
Sekian tutorial NAT Static dari saya, jika ada kesalahan mohon bantuannya untuk memperbaiki hehe. sumber
Read more ...

Sunday, September 29, 2013

Perkembangan Router

News Indo | 8:00:00 PM | 3 Comments so far

Generasi pertama teknologi penerus: forwarding terpusat, pertukaran bus

Khas produk: Huawei Quidway router seri R2500. Jaringan IP pertama adalah tidak besar, gateway untuk menghubungkan peralatan yang dibutuhkan untuk menangani beban dan sangat kecil.Kali ini gateway (router) pada dasarnya adalah sebuah komputer dengan memasukkan kartu antarmuka jaringan multi-pendekatan untuk mencapai blok.kartu Interface dan unit pengolahan pusat (CPU) yang terhubung antara bus internal melalui, CPU bertanggung jawab atas semua transaksi, termasuk koleksi routing, alamat forwarding, manajemen peralatan.Setelah interface jaringan yang menerima paket melewati bus internal CPU, CPU setelah selesai semua proses berlalu keluar dari interface jaringan yang lainnya.

Kedua teknologi generasi penerus: + fokus didistribusikan forwarding, modul antarmuka, pertukaran bus

Khas produk: router Huawei Quidway seri R3600. Karena setiap pesan harus dikirim melalui bus, pemrosesan CPU, dengan meningkatnya pengguna internet, meningkatkan lalu lintas jaringan, jumlah interface, bandwidth bus dan kemacetan CPU pada semakin menonjol.Jadi wajar untuk memikirkan bagaimana meningkatkan jumlah antarmuka jaringan, bagaimana beban CPU dan bus turun? Untuk mengatasi masalah ini, teknologi generasi kedua router pada kartu antarmuka jaringan untuk sejumlah penanganan yang cerdas akan mengunjungi sesering jaringan Yong Hudari beberapa tempat, sehingga Anda dapat mempertimbangkan beberapa teknologi informasi routing umum tetap dalam bisnis dengan kartu antarmuka Cache, sehingga sebagian besar pesan bisa langsung melalui papan depan bisnis Cache tabel routing untuk mengurangi bus CPU dankebutuhan.Cache tidak dapat ditemukan untuk paket yang dikirim ke pemrosesan CPU.

Ketiga-generasi penerus teknologi: forwarding didistribusikan, pertukaran bus

Khas produk: Huawei Quidway NetEngine router seri 16/08. 90 tahun setelah munculnya teknologi Web untuk jaringan IP telah perkembangan yang cepat.Internet akses pengguna ke permukaan sangat melebar, di mana pengguna akses yang tidak tetap, sehingga sering tidak dapat menemukan rute dari fenomena Cache, sehingga bus dan kemacetan CPU lagi.Selain itu, sebagai pengguna meningkat, terbatasnya jumlah teknologi interface router juga terkena.Untuk mengatasi masalah ini, teknologi generasi ketiga penerus muncul menjadi ada.Generasi ketiga dari arsitektur sepenuhnya didistribusikan teknologi router - pemisahan teknologi routing dan forwarding, mengendalikan dewan manajemen yang bertanggung jawab untuk peralatan dan routing koleksi, komputasi, dan untuk menghitung transportasi forwarding seterusnya Wu Ye Xing papan Cheng; papan bisnis GeMenurut forwarding rute disimpan ke depan diarahkan secara mandiri.bus lain juga telah pengembangan yang cukup besar, dengan bus, data bisnis ditransmisikan antara dewan benar-benar independen dari panel kontrol, untuk mencapai pemrosesan paralel berkecepatan tinggi, membuat kinerja pengolahan teknologi router meningkat beberapa kali.

Teknologi Generasi Keempat Router: ASIC didistribusikan forwarding, pertukaran jaringan

Khas produk: Juniper M40/160 seri. Akhir tahun sembilan puluhan, dengan komersialisasi jaringan IP, teknologi Web muncul kemudian, teknologi internet merupakan pengembangan belum pernah terjadi sebelumnya, pengguna internet meningkat dengan cepat.Jaringan lalu lintas khususnya, lalu lintas jaringan inti untuk meningkat secara eksponensial, teknologi berbasis perangkat lunak router IP tradisional belum mampu memenuhi kebutuhan pembangunan jaringan.Untuk pelabuhan umum 2.5G POS node backbone, misalnya, paket IP minimum sesuai dengan 40 byte, 2.5G POS-port kawat-kecepatan arus sekitar 6.5Mpps.Dan kebutuhan untuk meliputi kegiatan pengolahan paket, seperti jaminan QoS, routing lookup, frame header dua-cerita strip / menambah dan operasi kompleks lainnya untuk pendekatan tradisional adalah mustahil.Jadi, beberapa produsen membuat implementasi ASIC, itu mengedepankan semua detail dari proses semua cara untuk mengimplementasikan penggunaan perangkat keras.Juga sejalan dengan palang bertukar atau berbagi solusi memori untuk masalah pertukaran internal.Dengan cara ini, kinerja dari teknologi router untuk Gigabit, yang sebelumnya Gigabit Switch Router (Gigabit Switch Router, GSR).

Teknologi generasi penerus Kelima: prosesor jaringan terdistribusi forwarding, pertukaran jaringan

Khas produk: Huawei Quidway NetEngine seri 80/40. Dari atas kita bisa melihat proses pembangunan, setiap kali dengan kemajuan teknologi karena munculnya kebutuhan pengembangan bisnis baru.Namun, era Internet pertama gelembung, kontradiksi utama dalam kinerja forwarding router, jadi empat generasi pertama router, peningkatan terbesar adalah kecepatan teknologi.Namun, perkembangan Internet broadband, sambil bernyanyi bersama, sebagai dasar untuk kekurangan dalam teknologi jaringan IP lebih terbuka dan lebih lengkap.Jaringan manajemen tidak dapat beroperasi tanpa masalah, kelangkaan alamat IP, IP Kualitas Layanan masalah, masalah keamanan IP merupakan hambatan serius untuk pengembangan lebih lanjut dari jaringan.Dengan ledakan gelembung Internet broadband, orang-orang yang mendalam diri pemeriksaan - nilai bisnis yang nyata adalah jaringan, semua persyaratan teknis harus dilakukan di sekitar bisnis.Teknologi baru juga muncul, seperti manajemen jaringan, manajemen pengguna, teknologi manajemen bisnis, teknologi MPLS, teknologi VPN, teknologi multicast dikendalikan, teknologi IP-QoS, teknologi rekayasa lalu lintas. standar IP secara bertahap diubah matang.Dengan munculnya teknologi baru dan kemajuan standardisasi, kecepatan tinggi fungsi bisnis router persyaratan semakin tinggi.Karena masalah ini, teknologi generasi keempat ASIC, teknologi penerus yang melekat dalam penggunaan fleksibel, bisnis siklus panjang kerusakan tersebut pasti muncul.Kelima teknologi generasi penerus dalam arsitektur perangkat keras mewarisi hasil teknologi penerus generasi keempat, dalam penanganan penting dari bisnis IP proses menggunakan desain jaringan diprogram untuk teknologi prosesor jaringan IP.Jaringan Processor (NP) biasanya oleh beberapa mikroprosesor dan beberapa bentuk hardware co-prosesor, prosesor pemrosesan paralel ganda, perangkat lunak untuk mengendalikan proses.Standar untuk beberapa operasi kompleks (seperti operasi memori, algoritma tabel routing, algoritma control kemacetan QoS, lalu lintas algoritma penjadwalan, dll) dengan menggunakan hardware co-prosesor untuk meningkatkan kinerja pemrosesan.Ini fleksibilitas dan kinerja untuk mencapai penggabungan usaha. Generasi Kelima IP Router Teknologi untuk memenuhi kebutuhan bisnis. Munculnya teknologi generasi penerus kelima, yang sangat memuaskan data saat ini, suara, gambar permintaan sintesis bantalan, dan sangat meningkatkan dukungan kapasitas jaringan VPN MPLS.Sebagai teknologi penerus generasi kelima dalam bisnis memiliki fitur yang kuat pada tepi, ia telah menjadi tulang punggung pembangunan jaringan broadband saat ini, konvergensi jaringan pilihan.Dengan mengurangi biaya operasi jaringan dan lebih diperkaya dengan teknologi generasi kelima dari prosesor jaringan ke jaringan teknologi router adalah sebuah pengembangan yang lebih low-end.

Kesimpulan

Pengertian Router adalah perangkat jaringan yang berfungsi untuk menghubungkan beberapa jaringan atau network, baik jaringan yang menggunakan teknologi sama atau yang berbeda, misalnya menghubungkan jaringan topologi Bus, topologi Star atau topologi Ring. Router dari generasi ke generasi perubahannya sangat signifikan tetapi membutuhkan waktu yang cukup lama dari generasi ke generasi. Pada generasi pertama router hanya terdapat alamat forwading, tabel routing, dan manajemen peralatan, kemudian berkembang ke generasi kedua yang sudah memiliki cache, sehingga prosesnya lebih cepat dari generasi sebelumnya. Muncul router generasi ketiga yang memiliki bus sehingga tidak menjadikan kemacetan paket data yang disebabkan semakin berkembangnya era internet. Kemudian berkembang lagi pada router generasi ke empat yang menjadikan kinerjanya semakin bertambah cepat tidak ada penumpukan dan masih banyak lagi. Pada router generasi lima sudah berkembang untuk pengembangan bisnis. sumber
Read more ...

Saturday, September 28, 2013

Cara Membuat Aplikasi Sederhana Subnetting IPv4 Kelas C

News Indo | 11:53:00 PM | | 2 Comments so far
Untuk membuat Aplikasi Sederhana ini , pertama - tama kita harus membuka Microsoft Excel terlebih dahulu , dengan cara start >> All Program >> microsoft Office >> Microsoft Excel.
Tunggu hingga muncul tampilan microsoft excelnya.
 Kemudian beri judul terserah anda mau dikasih judul apa.
Setelah menulis judul kemudian kita ketikan seperti dibawah ini.
Di kolom C4 itu akan diisi CIDR jika anda belum mengerti apa itu CIDR silahkan klik disini . Setelah itu pindah ke kolom C5 kemudian ketikan rumus yang tampak pada gambar di bawah ini.
Jika anda belum paham dengan rumus di atas , silahkan baca artikel disini. Setelah mengetikkan rumus diatas pindah ke kolom C6 dan ketikkan rumus yang ada di bawah ini.
Jika anda belum paham dengan rumus di atas , silahkan baca artikel disini.setelah mengetikkan rumus diatas pindah ke kolom E2, F2, G2, H2, dan I2. pada kolom E2 ketikkan "Network Ke -" , Kemudian di kolom F2 ketikkan "Network" atau "IP Network", Kemudian di kolom G2 ketikkan "Host Awal", Kemudian di kolom H2 ketikkan "Host Akhir", dan pada kolom I2 ketikkan "Broadcast" atau "IP Broadcast", seperti di bawah ini.
Jika anda belum memahami tentang network ke - , network atau IP network, Host Awal, Host Akhir, broadcast atau IP Broadcast, dapat membaca artikel disini. Setelah itu pada kolom F3 ketikkan angka nol.
setelah itu isi kolom E3 , E4 , E5 , dst dengan angka urut dari nomor satu sampai secukupnya.
Setelah itu pindah ke kolom G3 dan ketikkan rumus dibawah ini.
Setelah itu ke H3 dan ketikkan rumus =($C$6-1)+1
Setelah itu ke I3 dan ketikkan rumus di bawah ini.
Setelah itu ke F4 dan ketikkan rumus di bawah ini.
Setelah itu ke kolom G3 usahakan pointer berubah menjadi tanda + kemudian tarik kebawah secukupnya.
Lakukan hal yang sama pada kolom H3 , I3 dan F4 persis dengan yang dilakukan pada kolom G3.
Dan jadilah aplikasi kita.
Download Aplikasinya disini
Read more ...

Tuesday, September 24, 2013

Cara Mudah Menghitung IPv4 Kelas C

News Indo | 8:08:00 PM | | Be the first to comment!
Menghitung Ip Address atau yang populer dengan dengan "SUBNETTING" gampang - gampang susah. IP Address Versi 4 atau yang biasa disebut IPv4 terdiri dari kelas A, B, C, D dan E . Pada hakikatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah yaitu : jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet dan alamat host broadcast. Dalam Artikel ini kami mengfokuskan pada IP Address kelas C dikarenakan sering di gunakan dalam jaringan berskala kecil, contohnya lab.
Penulisan IP Address umumnya ditulis dengan 192.168.16.9 , namun ada kalanya ditulis dengan 192.168.16.9 /24 , artinya bahwa IP Address 192.168.16.9 dengan subnet mask 255.255.255.0 . /24 diambil dari perhitungan 24 bit subnet mask yang diselubungi dengan binari 1 , atau dengan kata lain subnet masknya adalah 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0) konsep ini desebut dengan CIDR (Classless Inter - Domain Routing)

Pertanyaan berikutnya adalah Subnet Mask berapa saja yang bisa digunakan untuk untuk melakukan subnetting ? ini terjawab pada tabel dibawah ini :

Sekarang langsung latihan saja ,
1. tentukan subnet masknya, jumlah subnet/network, jumlah host per subnet, buat tabel subnetting dari IP 192.168.13.0 /26 .
jawab.
pertama kita tentukan berapa subnetnya terlebih dahulu dengan memperhatikan nilai CIDRnya , pada soal diatas nilai CIDRnya adalah /26 , kita bisa menghitung dengan melihat tabel CIDR atau menghitung secara manual dengan cara dibawah ini :
kedua kita tentukan berapa subnetnya , dengan cara 2 pangkat x dimana x adalah biner 1 pada oktet terakhir subnet mask. Seperti contoh dibawah ini :
ketiga kita tentukan jumlah host yang valid pada setiap blok, dengan cara 2 pangkat y min 2 dimana y adalah biner 0 pada oktet terakhir subnet mask. seperti contoh dibawah ini :
kenapa harus dikurangi 2 ? karena pada IP pertama sudah di pakai untuk IP Network dan ip terakhir sudah dipakai untuk IP Broadcast.
Kemudian yang terakhir adalah membuat tabel subnettingnya, seperti dibawah ini :
Dan itulah serangkaian panjang menghitung IP Addres kelas C , ada yang lebih praktis lagi yaitu dengan menggunakan aplikasi disini
Read more ...

Search

Followers